Notification

×

Indeks Berita

Warga Penerima BLT-DD Desa Kapuran Dibagi Dua, Diduga Ada Maksud Tertentu.

Selasa, 19 Oktober 2021 | 22:25 WIB Last Updated 2021-10-19T15:34:58Z


Gambar Ilustrasi
       
Bondowoso, Pilarpos.co.id- Program bantuan langsung tunai yang diprogramkan pemerintah pusat sebagai stimulus bagi warga yang terdampak covid - 19, yang anggaran dananya diambilkan dari dana desa pada tahun 2020 hingga 2021 merupakan program yang langsung dirasakan oleh masyarakat khususnya didesa Kapuran kecamatan Wonosari kabupaten Bondowoso.

Namun ada sesuatu yang aneh dan berbeda dengan desa desa lain khususnya desa yang bersebelahan seperti desa cindogo , Wonosari ,sumber kalong ,dimana program BLT dd didesa tersebut tetap utuh untuk para warga yang terdaftar sebagai penerima, berbeda dengan desa Kapuran yang diduga banyak menuai konflik , dikarenakan sebuah kebijakan yang diinstruksikan oleh oknum pemerintah desa setempat, yang membagi dua bagi penerima BLT dd kepada warga yang lain, sehingga sipenerima yang sesuai daftar hanya menerima separuhnya saja.

Seperti warga penerima BLT- DD dusun pasar desa Kapuran mengatakan kepada awak media ini saat dikonfirmasi "benar mas ,saya menerima bantuan BLT DD, itu sendiri dikantor balai desa, secara utuh tapi disitu pula ada sebuah instruksi harus dibagi dua dengan warga yang lain , karena kami hanya masyarakat kecil yang awam , ya kami lakukan sesuai instruksinya mas, tapi dalam hati kami bertanya kenapa kok cuma desa Kapuran saja yang dibagi dua, sementara desa sebelah kok tidak ada instruksi seperti itu ,ada apa ini ya ? Hati kecil saya bertanya mas, tuturnya.

Dilain pihak Tim Media mengkonfirmasi salah seorang kepala dusun pasar bernama Tono, Ia mengatakan " bahwa kami hanya seorang Kasun mas, kami hanya menjalankan sesuai perintah dari sekdes lebih lengkapnya sampean silahkan konfirmasi ke sekdes saja," ungkapnya.

Saat sekdes dikonfirmasi via pesan WhatsApp, sekdes mengatakan bahwa penerimaan bantuan BLT- DD desa Kapuran merupakan inisiatif mereka sendiri untuk membagi dua dan bukan dari kami," tuturnya.

Kalau melihat skala klasifikasi antara warga awam dan para perangkat desa ,sangat nampak jelas kalau hal itu Ada sesuatu maksud yang tersusun secara sistemik , sehingga sangat perlu untuk mengevaluasi kebijakan pemerintahan desa itu sendiri , demi kemaslahatan warga setempat . ( TIM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update